Minggu, 16 September 2018
Pengalaman mengikuti penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM 2017
Senin, 16 November 2015
Belajar, Awal mula kemajuan bangsa
Memahami arti penting belajar ini, Irfan nama paggilan dari Irfan Dedi Chandra yang kesehariannya bekerja sebagai PNS staff tata usaha di SMK N 1 Temon memiliki keigiatan mengajar sepulang bekerja. Lulusan diploma dari Uniersitas Negeri Sebalas Maret ini memiliki murid yang bervariasi mulai dari kelas 1 SD sampai dengan kelas VI SD. Hal ini dia lakukan bukan semata – mata untuk mendapatkan penghasilan tambahan namun lebih kepada memuaskan hasrat negeri ini yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan salah satu tujuan bangsa yang termuat pada pembukaan UUD 1945.
Sabtu, 15 Agustus 2015
Stay on the left or move on to the right?
Tak terasa waktu sudah sampai di angka 2015, padahal masih sangat ingat waktu itu saat angka masih berada di 1995 seragam rompi dan celana kotak-kotak selalu menemani sabtuku bernyanyi. 1997, hari senin upacara bendera pertamaku dimulai, "oh. . .jadi ini toh upacara bendera itu", gumamku dalam hati. 2003, sangat PD kaki ini melangkah ke kelas menyambut serunya pelajaran yang sebelumnya bernama ipa kini menjadi biologi dan fisika. Eheeeem. . . . di tahun ini juga mulai ngerasain yang namanya xxx monyet ahahahah. 2006, putih abu-abu ku dimulai. Jangan berharap lebih, 3 tahun di sini hanya buang-buang waktu. Gak ada spesialnya di sini. 2009, aku berkenalan dengan dunia accounting. Menarik. . .sangat menantang. Ternyata mencatat kekayaan gak segampang pikiranku dulu. 2013, pelajaran hidup dimulai. Mulai dari nasi yang aku telan sampai dengan uang pengobatan sakit semuanya ada di tangan ini. Semuanya mulai aku sendiri yang bertanggung jawab.
24 tahun hidup, banyak banget orang yang datang dan pergi. Mulai dari simbah, om, sampai ibu semuanya satu persatu harus angkat kaki. Ahhhh. . . sudahlah, gak usah dibahas masalah itu. Alloh selalu punya rencana yang baik bahkan aku percaya pasti akan sangat baik. Namun kalian tentu tak lupa dengan yang namanya setan, itu lhoo yang selalu meracuni pikiran. Jadi mikir yang enggak-enggak, Alloh sudah baik tapi setan tuuhhh yang suka ngeracuni pikiran.
Yak. . .sebut saja setan memang sudah sangat meracuni pikiran. Sampai-sampai aku selalu gak ngerti yang bener atau yang salah itu yang mana. Terkadang semua hal bisa dianggap benar hanya karena ada alesan, tapi apa benar begitu? Ini bukan tentang argumentasi setan dan malaikat lho yaaa. . . semua sudah ada di Al Quran jadi gak usah galau laah sama hal macem tu.
So. . . rajin rajin lah membaca Al Quran, hidupmu bakalan tenang. . . dah itu tok yang mau aku tulis.
Sabtu, 01 Agustus 2015
Teriakan Malam
Hari baru aja berganti kebetulan saat ini bulan juga. Yak. . .1 Agustus 2015. Bagi anak accounting tulen, menurutku ini yang paling ditunggu-tunggu. Angka, angka, dan angka semua berbaris menggantikan kecantikan Raisa atau Isyana. Ada sih terkadang rasa capek, males, ngantuk, sampai bosan yak tapi semua itu nanti akan terbayar dengan lahirnya laporan keuangan.
Orang awam salah jika berpendapat bahwa accounting bertanggung jawab pada laba, baik itu peningkatan pendapatan atau efisiensi biaya. Salah bangeeeeeet. Buat kami, pencataan yang jujur dan dapat dipertanggung jawabkan lah yang paling penting. Masalah performance? Maap. . . bukan urusan kami, kani hanya memaparkan apa adanya.
Namun buat segelintir orang berpendapat, hal ini (laba) merupakan tanggung jawab accounting. Yayayayaya. . . .terserah laaaah
Selasa, 19 Mei 2015
Kesetiaan Angin
Jarum jam menunjuk ke angka 12.14. Hari sudah menjadi Selasa, H-1 menjelang perayaan anniversary yang ke 7. Lupakan sejenak tentang itu.
Ketika waktu sudah berpihak pada malam, sepi mulai memanfaatkan keadaan. Suara kendaraan penghias siang, teriakan, langkah kaki, atau apapun itu mulai hilang dari peradaban. Ketika malam tiba, mereka seakan tak peduli dengan apa yang mereka lakukan untuk menandai adanya siang. Mereka dipaksa untuk melupakan apa yang mereka lakukan di siang hari. Nampaknya kita salah besar jika mengartikan siang hanya tentang sinar mata hari. Pikiran kita terlalu sempit bung. . . . !! Mereka selalu saja dikucilkan, tidak dianggap. Padahal mereka adalah jantung, bukan sekedar penghias dalam definisi.
Ketika waktu sudah berpihak pada malam. Angin seakan memanfaatkan keadaan. Dia tau bahwa ini adalah saat yang tepat untuk unjuk kemampuan. "Aku juga punya suara, aku juga bisa berisik tauuuuuk", kata si Angin. Yaaaa tak usah se BETE itu, kami paham kok. Suara yang nyaris hilang tertutup mereka -mereka yang aktif pada siang, kini berpredikat menjadi ramai. Sebagai teman yang sering kali terlupakan, angin nampak setia juga yaaa. Kadang orang-orang menganggap angin ada, hanya pada saat banyak apa itu cairan asin dari kulit keluar menetes-netes tidak sopan. Angin tidak mau menyerah, "ini bukan hanya tentang kami yang bisa menghiankan cairan asin itu, tapi ini juga tentang kontribusi pengisi hari dengan suara". Okeeee kami paham, kesetiaan kalian sangat tinggi, sekali lagi. . .walaupun tidak dianggap kalian tetap konsisten. Semangat yaaa
Sabtu, 09 Mei 2015
Hujan di sabtu sore
Sore. . . . .
Terlalu egoiskah kalau sekarang aku sebut sore? Matahari masih ada lhoo. . . Bersama lagu-lagu lawas, hari ini aku nobatkan sebagai sabtu.
Jika ini tentang cara menghabiskan waktu mungkin buat sebagian orang hal ini sangat membosankan. Tetapi, hari-hari lain selalu direbut oleh kertas-kertas tuntutan. Di dalam kertas, hanya ada deretan angka tak berujung. Bosan gak sih sama angka? Gak pernah. . . . !!!! Jangan sampai aku bosan, karena di sanalah aku merasa sangat hidup.
Okeee balik lagi ke Sabtuku. Banyak orang di sini yang waktunya habis buat main sama kiri-kanan atau mungkin tujuan hidupnya, tapi aku? Yaaaah. . . gak ngerti juga bener apa salah sih hidup kaya gini. Lagu, kasur, cahaya redup, selalu jadi teman yang paling setia. Di sinilah waktu terasa akan lebih lama. Sreeeeeek. . . .sreeeeek. . .gerakan jarum detik sangat berat. Yesssss. . . this is my life. Hari paling bersahabat namun kadang menjengkelkan yaaa sekarang. Pokoknya hari sabtu selalu jadi yang paling. Di sini selalu muncul harapan dan impian yang kadang sirna di hari senin. Jangaaaan dulu. . .jangan sebut nama senin.
Sempat beberapa saat punya yang namanya COC buat teman. Tetep aja bosan. PES? Sama aja. . .udah selalu menang sih 8). Si Tujuan Hidup? Jangan pandang remeh yaaa. . aku punya hahaha. . . . tapi entah kemana dia, hobinya sibuk sendiri sama temennya. Jadi orang yang satu ini belum bisa menggeser tempat lagu, cahaya redup, dan kasur yang sudah aku jelasin tadi.
Selamat berhari sabtu. . . . 8D
Rabu, 12 September 2012
Kisah si Sendal Jepit
Selasa, 11 September 2012
Tipe Anak Kosan
Senin, 10 September 2012
Masa kecil dan Anime
Anime karya Masashi Kishimoto ini menceritakan kehidupan anak sebatang kara dengan segala petualangannya di dunia Ninja. Di dalam tubuh Naruto terdapa musang berekor sembilan yang dulu pernah menyerang desa jadi semasa kecil Naruto dijauhi teman-teman sebayanya. Akhirnya setelah masuk di sekolah ninja dia memiliki sahabat yaitu Sakura, Sasuke, dan gurunya Kakashi walaupun pada akhirnya Sasuke menghianati persahabatan mereka. Anime ini ceritanya sangat panjang, sampe saya sendiri sudah males buat ngikutin ini hehe. . Tokoh favorit dalam Anime ini yaitu Namikaze Minato (hokage 4, ayah Naruto) walaupun dia hanya berupa legenda di anime ini.Kamis, 06 September 2012
Mengulang masa lalu
Alunan musik senja menemani malam yang bertema damai. Sekarang aku sudah 21 tahun. Yap. . 6 tahun dari saat aku menginjakkan kaki di High School, SMA gitu aja lah. Di SMA N 1 Wates, kenapa aku sebut? paling enggak, blog ini bisa muncul saat orang berkepentingan dengan keyword ini nampak di search engine.
Selalu saja, situasi seperti ini (lagu slow, gelap, cahaya biru dari speaker, dentuman detik jam) mengingatkan akan masa jaya. Sebenarnya masa jaya bukan di SMA, tetapi ada di SMP. Banyak yang bilang bahwa masa SMA adalah yang paling indah. "Oh ya??? ", begitu responku saat kalian berkalimat di depanku. Yap, berada di golongan minoritas memang selalu tak asik. Sering kali berseberangan pendapat, kesepian, bahkan stres tingkat tower. Sebuah cerita yang seharusnya berwarna cerah, hanya terhias butiran abu bekas gunung Merapi.
Yah. . Masa jaya, SMP. Berjalan sesuai rencana kecil, Alhamdulillah Dinas PU waktu itu bekerja sepenuh hati. Jalan yang aku lalui sudah berupa TOL halusnya. Lantas siapa yang berjasa?? Tentu saja Aku sendiri. Bukan berarti Alloh tidak terlibat, tetapi Dia memang hanya memberi pada orang yang mau berusaha. Sehingga usahanya patut diberi kebanggaan.
Masa SMA, semua berjalan datar. Datar sekali. . Ingin sekali aku protes. Tetapi apa pantas protes tentang pilihan yang kutentukan sendiri?!! Masa ini adalah masa terburuk selama 21 tahun yaitu 3 tahun paling sia-sia. Tak ada yang lebih pantas disalahkan, kecuali nama panggilan dengan empat huruf berawalan J dan berakhir Y ini. Masukan seharusnya menjadi sebuah motivasi, bukan jarum pembunuh. Ketakutan berbuah "kecunthelan". Efeknya buruk. . Buruk banget. Pergaulan sempit, mental selembek tempe, jendela otak terkunci, sampai mata cuma bisa melotot dan nampaknya hanya kurang mulut keluar busa.
Jam 1:36 am. Sebelum tidur. Mungkin ini mustahil, tetapi salah satu harapan terbesarku adalah besok ketika bangun aku sudah berdiri di depan kaca memegangi sisir hijau. Menggendong ransel berisi buku matematika, bahasa indonesia, fisika, biologi, dan kimia. Yah. . Benar!! Aku ingin kembali ke masa SMA. Banyak hal gila yang harus diperbaiki di sana. Tentunya aku tak ada perubahan kecuali bentuk tubuh, karena aku ingin semua berjalan seharusnya dan hanya lubang yang tertambal, bukan malah me-recover. Tetap saja tanggal 20 Mei 2008 jadi hari bersejarah buat aku dan akun twitter @nurinaaputrii . Dengan hal ini, memang tak adil rasanya aku bisa merasakannya dua kali sementara yang lain cuma sekali. Tetapi siapa yang tau?? Sebenarnya semua orang mengalami dua kali pengulangan waktu dan hanya aku yang belum. Tentu saja pendapat kedua ini yang lebih ku yakini.
Ya Alloh kabulkanlah doaku. Penyesalan itu sangat berguna, aku sangkal orang yang bilang bahwa penyesalan tiada guna. Ini memang mustahil, tetapi keinginan untuk mengulang masa ini sungguh kuat. Lebih kuat dari tarikan tambang pemenang lomba 17an.
Selamat malam, have a nice dream mate!! :))
Kamis, 19 Juli 2012
Hujan pertama di minggu ini
Ini tadi udah ganti hari ternyata, padahal 5 menit yang lalu masih tanggal 18. Bener, saat aku menulis ini digit tanggal di widgetku baru saja berganti angka menjadi 19. Mata masih saja bening tanpa ada kemauan untuk tidur. Uapan-uapan dari mulut pertanda rindu kasur juga belum nampak.
Yah, seharian memang rasanya beda. Anggap saja aku memang egois, semua mungkin berpendapat lain. Tapi aku yakin pendapat mereka berbeda-beda tentang hal ini, trus yang sependapat dengan aku siapa?huhu. . Kembali jidatku menjadi sasaran empuk ketukan tanganku yang jahil.
Tapi emang serius kok, dari pagi udara yang menembus tulang berbalut entah daging tebal atau daging dan lemak ini terasa terganggu. Agak dingin sih memang apalagi matahari nampak malu-malu keluar dari awan, tumben banget lho. . Awan ngalahin gantengnya matahari.
Mulai beranjak siang, jalanan juga seharusnya panas. Sisik ikan yang sering nampak di kaki, untuk kali ini sedang libur. Seneng banget rasanya, namun lama-lama kerutan di dahi muncul bersamaan dengan manyunnya bibir. "ada apa to ini sebenarnya?"
Sampai malam hari, masih saja aneh. Harusnya langit berwarna hitam, wong udah malem kok ya!!! Bintang juga nampaknya liburan, kemana ya? Hawai mungkin ya. . Pokoknya jangan sampai ke bali lah, di sana udah banyak kok bintangnya bahkan hampir disetiap tourism place pasti ada. Bulan juga gak tau kemana, udah beberapa kali aku panggil yang merespon malah pacarku. Hmmm :-D
Di kamar berisik banget, ada Alex sama Rangga. Bertiga saling tonjok, sakit banget tonjokan mereka, tak tinggal diam merekapun aku tonjok. Gelagat tawa pun menghiasi kamar sampai akhirnya Dedi datang. Sayangnya tonjokan kami tidak diikuti gerakan tangan, mungkin yang bergerak cuma mental dan gengsi.
Kok makin malem makin bau tanah ya? Nafasku mulai menarik nafas dalam-dalam. Tanahnya tercium basah, khas memang. Aroma semacam ini sangat didambakan kebanyakan orang. Ah, basah dari mana? Daritadi adanya suara tawa kami, bapak-bapak ronda yang sudah terbiasa marah karena kami juga tak bersuara. Pokoknya suara kami menguasai kota jogja. Tapi bau tanah basah ini makin terasa.
Detik terus berjalan, umur juga makin berkurang. Fyuh. . . Lagi-lagi hari berganti dengan cepat tanpa permisi. Satu per satu member kamar ini tereliminasi waktu, sampai ketika hanya aku dan alex. Agak diam kami sekarang, tapi atap kami terasa dilempari batu kerikil masal. Oh my God!!!! Siapa yang marah lagi sama kami?!!! Sejenak terdiam barusadar, mendung + dingin + xxxx = bau tanah basah. Mendung + dingin + atap terlempari semacam kerikil = xxxx. Semakin kuat pikiran ini, xxxx pasti dan sangat pasti adalah itu. Langsung kaki ini berlari dengan tangan menyerbu pintu. Yah, bener. . Rambut penuh ketombe ini sudah basah. . Yes, akhirnya hujan, hujan ini sudah dari tadi walaupun sempat macet. Tawa ini seketika hilang dengan melihat basahnya cucian yang selama dua hari memang sengaja gak aku angkat.
Yep. . . Hujan pertama di minggu ini
Minggu, 15 Juli 2012
Terbangun di sisa malam
Yap, menjelang pagi lagi. Sebenarnya banyak hal yang mungkin bisa terpecahkan. Sisa malam ini, sama dengan sebelum-sebelumnya selalu di hiasi keheningan. Aku hidup di tengah desa dan tentu saja banyak suara jangkrik, kodok, tokek menyapa bahkan pelukan dedaunan di belakang rumah tak jarang juga masuk di telinga. Sampai di kalimat ini, aku masih bingung juga tentang sebenarnya. Sebenarnya mau ku itu nulis yang seperti apa.
Menulis dan membaca, masih terheran juga. Ada yang bilang kalau dua hal itu adalah kembar. Namun tak jarang pula aku menyadari bahwa gula dan air lebih pantas. Yah. . Namun apa daya, keinginanku untuk membaca memang masih rendah terhitung dari skala subjektifitasku. Berbeda dengan hal itu, menulis memang mungkin sudah mulai memiliki magnet tersendiri. Agak konyol si, tertarik pada hal yang aku sendiri kurang yakin aku paham.
Sampai detik ini aku masih bingung mau ngapain. Oh. . . Aku tau, aku mau menyapa Tuhan. Itu hal terbaik dalam pikiranku saat ini. Tak ada guna hanya difikir, makanya. . . aku mau menyapaMu dulu Alloh :-D
Yep, its done. . Sebenarnya aku lebih suka menulis "Allah" daripada "Alloh". Namun setelah ketemu dia, tau dia, sempat membaca tulisannya, semuanya jadi rapuh bahkan hancur. "Allah" berubah menjadi "Alloh". Aku masi berfikir, ini mungkin tak adil bahwa aku sudah setia selama 20 tahun. Hanya dengan perkenalan 7 bulan, kesetiaan itu sirna. Dari sudut pangdangMu yang kulihat dalam diriku, kata ini tak ada maknanya dalam bibir dan tangan. Hanya beda satu huruf aja, namun dalam hati ini tetap sama. Dulu dan sekarang atau nanti tetap sama. Jadi? Terus? Lantas?
Bingung mau nulis apa. .
Aku tau, cinta itu ada. . Sebagai lelaki, hal itu adalah dasar untuk berdiri tegak di depan wanita dengan tangan menengadah. haha. . . Konyol tapi. Banyak sekali ku jumpai orang lain memainkan acting seperti ini tanpa sadar bahwa ini soal ritual dan bukan hanya seperti menendang bola. Namun jiwa ini berkata lain kadang, hidup selalu ingin yang paling baik sebagai 'baju' agar bagian terpredikat 'cabul' tak terlihat atau tak terlintas dalam orang yang berdiri di kiri dan kanan. Namanya juga paling baik, berarti selalu tergeser dong? Ahahaha iya tentu, semakin luas kaki ini menapaki bumiMu tentu kecepatan pergantian 'sabuk emas' juga semakin cepat. Padahal juga tidak mungkin buatku untuk tidak mau menapaki bumiMu. Aku juga tidak mau untuk tidak menapaki bumiMu hanya karena alasan semacam ini. Sadar sih, tapi trus gimana? Ini sudah jadi konsekuensi bahwa semakin luas bumi tertapaki, berarti 'sabuk emas' dapat berpindah semakin cepat ke orang-orang. Aduh. . . Kok jadi seperti ini? Nafasku mulai tamak mengambil udara yang seharusnya sudah dihisap adikku. . Begini saja, gimana kalo aku ganti? Jiwaku mengangguk-angguk. . Oke, aku sepakat mengganti. Soal cinta, kurang tepat kalau cari yang paling baik. . 'sabuk emas' jangan sampai terlalu banyak dipegang.
Ini apa to yang aku tulis?
Ya Alloh, sudah pagi :-(. Aku belum rela meninggalkan malam padahal. Aku terlalu capek untuk bertemu kamu sekarang. Aku masih berharap masih ada waktu 4 atau 10 jam lagi.
Ya sudah, aku juga ga punya alat dari doraemon. . Ku hadapi sajalah pagi ini dengan sisa tenagaku. Oh iya jangan sampai lupa, makasih ya uda meluangkan waktu mampir di sini. Aku juga sedikit yakin bahwa peluang tulisan ini terbaca lebih kurang sama dengan peluangku jadi presiden. . Tapi makasih ya
Gak usa pada tanya inti tulisan ini apa, karena "Sampai sekarang aku masi bingung apa yang sudah aku tulis"




